Sekilas Profil Pemilik RESPIRO RIDINGWARE

Sekilas Profil Pemilik RESPIRO RIDINGWARE

Pertemuan dengan Pemilik RESPIRO

Disela acara Media Exclusive Drive AUDI A6 yang berlangsung di Kota Bandung, beruntung SL.com bersama dengan 3 orang rekan wartawan dari media oitomotif yang lain, bisa berjumpa dengan Arif Gampang Utomo, sang pemilik brand Jaket RESPIRO. Pertemuan tersebut berlangsung di Padma Hotel Bandung, saat waktu makan pagi pada hari Kamis, 25 Oktober 2012. Apa saja yang dibicarakan dan dibahas pada pertemuan tersebut? Ya, tentu saja seputar jaket RESPIRO yang saat ini kian populer dan semakin berkembang. Arif pada kesempatan tersebut tidak hanya menjelaskan soal kualitas produk RESPIRO, tetapi ia juga menceritakan secara lebih detail latar belakang dirinya, mulai dari pendidikan, pengalaman bekerja, hingga bagaimana ia bisa “tercebur” ke dalam usaha jaket yang saat ini ia geluti.

pertemuan SL dan pemilik respiro

Wah, cukup panjang dan menarik ceritanya, namun yang pasti jerih payahnya membangun usaha jaket RESPIRO karena ia memiliki pengetahuan dasar tentang jaket kelas dunia, mulai dari jaket harian, jaket motor, hingga jaket perang yang dipakai oleh tentara di negara Eropa. Semua ilmu tentang bahan jaket ia dapatkan dari pendidikan spesialis khusus di luar negeri (dan saat ini hanya ia satu-satunya orang di indonesia yang memegang sertifikasi pendidikan tersebut), serta berbagai relasi dengan teman-temannya sewaktu ia bekerja di inggris. Ia pun menjelaskan suka dukanya saat-saat ia mengambil keputusan untuk memulai usaha sendiri, antara memilih tetap mau sebagai seorang karyawan, atau bekerja sampingan (part-time), atau memutuskan full time menjadi enterpreneur sebagai seorang pengusaha jaket. Semua pilihan tersebut memang terasa berat karena satu hal, yakni faktor keuangan.

Awal Mula Membangun Brand RESPIRO

Pada awalnya saya memang seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan pabrik tekstil ternama, tapi setelah ada perbedaan pendapat dengan pimpinan waktu itu maka akhirnya saya menjadi bimbang. Waktu itu saya sempat memikirkan mau membuka usaha jaket, jika kondisi memang sudah terdesak tutur Arif. Sambil menikmati sarapan pagi dengan udara sejuk di Padma Hotel, SL.com bersama dengan 3 orang wartawan otomotif, maka kamipun menjadi lebih semangat ketika Arif menceritakan tentang adanya persoalan atau perbedaan pendapat dengan bos, karena hal ini memang sering terjadi diantara pimpinan dengan staf di banyak perusahaan. Dengan ilmu tentang teknologi tekstil yang sudah saya miliki, saya pun semakin gerah dan sepertinya saya tak dapat bergerak lagi di perusahaan tekstil tersebut. Tetapi, untuk memulai usaha saya pun sempat bimbang karena itu butuh pengorbanan yang tidak sedikit, karena saya harus memulainya dari nol dan tentu saja jangan sampai mengorbankan keluarga, jelas Arif. Kemudian Arif menceritakan tentang tawaran dari sebuah perusahaan dengan gaji yang sangat menarik, bahkan sangat menggiurkan. Ada sebuah perusahaan yang membuat deal dengan saya menawarkan gaji 50 juta per bulan. Padahal saat itu saya hanya meminta gaji 30 juta per bulan, bukannya 50 juta. Berarti perusahaan tersebut memang benar-benar lagi membutuhkan seorang tenaga ahli jaket seperti saya, tambah Arif. Setelah ada tawaran dari seorang pengusaha jaket nasional dengan gaji sebesar 50 juta per bulan tersebut, maka hal ini membuat Arif menjadi tersadar jika dirinya memang seorang tenaga ahli yang dinilai sangat berharga pada saat itu. Setelah saya memikirkan lebih dalam, maka pada akhirnya saya memutuskan dan memberanikan diri untuk berkarya dan memproduksi jaket sendiri dengan brand RESPIRO. Walaupun pada saat itu dengan kondisi “kepepet”, tetapi mau tak mau hal itu harus saya mulai, pungkas Arif.

test kain respiro yang anti air

Ya, dengan keberanian mengambil keputusan itulah, akan menjadi bagian yang penting untuk memutuskan nasib. Belajar dari pengalamannya, segala sesuatunya memang perlu diperhitungkan, namun jika kita yakin dengan usaha yang akan di jalani, maka itupun akan mengalir dengan sendirinya. Menurut Arif, dengan menjalani usaha sendiri maka kita akan bebas berkarya dan berkreatif sesuai dengan visi dan misi kita sendiri.

Pencapaian Produksi Respiro

Arif memulai usaha jaket RESPIRO pada tahun 2008, dan saat itu produksinya hanya 200 potong jaket per bulan dan akan terus bertambah seiring waktu berjalan. Kini angka produksi sudah mencapai 4000 unit jaket per bulan. Angka yang cukup fantastis bagi pengusaha berusia 39 tahun ini. Jumlah outlet RESPIRO RIDINGWARE kini sudah mencapai 10 outlet tersebar di Indonesia, dan itu belum termasuk reseller online, maupun reseller yang berada di luar negeri.

disadur dari artikel oleh SL.com : http://stephenlangitan.com/archives/63464

One Response to Sekilas Profil Pemilik RESPIRO RIDINGWARE
  1. Mas Saya mau Psen Hoodie Jumpernya yang ukuran XXL warna hitam sama warna biru doknger caranya gmn??Saya tinggal di jakarta telp saya 089630073530


[top]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *